#1 SebuahJanji

Indonesia has the fifth-highest number of stunted children in the world. More than one out of every three children, or 37 percent, in Indonesia are stunted. That means 9.5 million children under five are malnourished (World Food Programe, Indonesia)

Wageningen, Penghujung April 2016,

Kalimat Saskia de pee di kelas Hidden hunger, siang itu begitu menggema di hati saya. Sayapun sempat menjadi spotlight karena  menjadi salah satu mahasiswa yang negaranya sedang diomongin di sesi tadi, Indonesia. Bulan ini, sudah terhitung dua kali Indonesia menjadi bahasan di kelas Hidden hunger : micronutrient deficiencies in developing countries. Pertama, saat bahasan tentang defisiensi vitamin A, dimana sebuah study di Aceh menunjukan suplementasi vitamin A sebanyak  2 cents mampu menurunkan 34% kematian anak usia sekolah 1. Kedua adalah saat bahasan tentang stunting karena Indonesia masuk dalam 5 negara terbesar prevalensi stunting2.

Siang itu saya kembali terhentak, begitu banyaknya permasalahan gizi di Indonesia. Mulai dari stunting sampai obesitas yang prevalensinya semakin tinggi. Pun permasalahan gizi di tiap siklus kehidupan semakin kompleks. Di pelosok Indonesia, masih banyak ditemukan berbagai food taboo untuk ibu hamil  dan menyusui. Ditambah pula dengan sulitnya akses persalinan di beberapa wilayah di Indonesia. Tak heran jika  setiap jam, satu perempuan meninggal dunia ketika melahirkan atau karena sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan di Negara ini3. Dalam Global Nutrition Report (GNR) 2015,  Indonesia termasuk dalam 17 negara diantara 117 negara yang saat ini memiliki 3 masalah gizi (stunting, wasting, dan overweight). Juga termasuk dalam 47 negara dari 122 negara yang mempunyai masalah stunting pada balita dan anemia pada Wanita Usia Subur (WUS)4.

Hari itu, saat kaki berada 11.331 km dari Jakarta, rasanya duka begitu dekat. Hari itu, saya belajar mencintai (kembali) Indonesia dan berbagai permasalahan, membuat perasaan rindu tanah kelahiran semakin tak tertahankan. Saya kembali membuka motivation letter ketika melamar beasiswa setahun yang lalu: …Considering the fact that Indonesia faces large challenges  in nutrition  and the important roles of technical experts in this matter, I believe that my study in this field will be reasonably important. Saya menangis.  Saya sekolah karena Indonesia dan sayapun akan pulang membangun Indonesia. Saya pernah berjanji untuk tanah kelahiran. Janji yang mengantarkan saya untuk menimba ilmu 2 tahun di Netherland.

Maka, kemanapun hidup membawa kita, semoga kita tetap ingat tujuan awal dari semua langkah-langkah itu                                                                                                           (Falma Kemalasari)

Iklan

#SetelahMenikah

“..Bahwa perjalanan hidup sesungguhnya adalah setelah menikah , hari ini masih merasakan indah nya menjadi pengantin baru, namun setelah nya baru mulai menjalankan kehidupan yg sebenarnya.

Mulai lah melihat semua yang ada dalam diri pasangan kita, baik dan buruk nya semua terlihat, maka jangan kasih kesempatan kepada syaitan untuk merusak ikatan yang telah Allah halalkan ini dengan keburukan, maka itu saya berpesan kepada masing masing pasangan, kalau nampak 1 kejelekan pada pasangan nya, maka liatlah seribu kebaikan nya, agar keharmonisan tetap terjaga hingga ke Syurga kelak.

Qs. At-tharim ayat 6 yang di bacakan Muzzamil tadi menjadi pengingat bagi kedua mempelai bahwa Allah mengingatkan kita dengan sangat keras, “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu dengan penjaga penjaganya malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap perintahNya kepada mereka dan selalu taat akan perintahNya.”

 

Nasihat yang disampaikan  Ustad Fahkruddin Lamudi, Lc di pernikahan Muzamil Hasballah (dikutip dari facebook Cut Rafiqa Majid)

Kita

YANG FANA ADALAH WAKTU

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga

sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu.

Kita abadi.
Sapardi Djoko Damono

Mengenang setahun pernikahan kami

Sushi

Sushi, kangen sushi. Mungkin karena sushi lekat kenangannya dengan momen2 pas sering makan sushi sama suami. Kami biasanya ke AEON buat amakan sushi. dengan budget kurang dari 100ribu, kami udah kenyang dengan 2 kotak sushi di food barnya, plus ditambah cemilan berupa es krim atau bread papa.

Hari ini sebelum puasa aku mau ke sushi di daerah arnhem rencananya, eh pas nelp restorannya, ga taunya doi pake rice wine vinegar di sushinya. yah gak jadi deh jalan-jalan makan sushi..

#LiberationDay:Saat Wageningen Mendadak Ramai

Hari ini, 5 Mei, Centrum Wageningen tiba-tiba ramai. Tak seperti biasanya, hari ini orang-orang riuh di centrum. Warga Wageningen dan sekitarnya memenuhi  jalanan centrum, menunggu parade datang.

Setiap tanggal 5 Mei, Belanda merayakan liberation day. Pada 5 Mei 1945, Belanda bebas dari penjajahan Nazi Jerman. Penjajahan yang dimulai tahun 1940 ini berakhir dengan diadakannya perundingan damai Belanda dan Jerman di Hotel De Wereld, Wageningen. Tiap tanggal 5 May, diadakanlah berbagai kegiatan untuk memperingati pembebasan Belanda dari Jerman pada perang dunia ke-2.

Kami (saya dan teman-teman MNH) memulai ‘Tour liberation day’ jam 2.30 siang. Menurut jadwal, jam 3 akan diadakan parade veteran perang. Kami menuju centrum dengan bersepeda. Sesampai di Albert Heijn, sepeda kami parkir dan kami berjalan menuju hotel de Wereld. Centrum sudah ramai. Baru kali ini kami melihat Wageningen begitu padat disesaki orang-orang. Pagar pembatas sudah terpasang di jalan sekitar centrum. Acara dimulai jam 3 sore dengan semacam upacara dan mengheningkan cipta. Kami tidak dapat melihat jelas karena badan kami yg ‘mungil’  tertutupi oleh’jangkung’nya orang-orang belanda yang berjejal ingin menyaksikan berlangsungnya acara.  Sekitar jam 3.30 parade dimulai. Dibuka dengan Marching band veteran perang, diikuti dengan barisan veteran perang dunia ke-2. Usia yang tak lagi muda tidak menghalangi para veteran perang untuk tampil di parade. Mereka berpawai dengan  baju militer dan tank-tank perang. Suasana gempita, diiringi dengan marching band, penuh tepuk tangan dan lambaian tangan kepada veteran perang.

Setelah hampir 1 jam menonton parade, kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar centrum. Awalnya kami ingin ‘jajan’ kibbeling (semacam fish and chips). Tapi sayang, toko kibbeling tutup. Kami melanjutkan pencarian jajanan ke Cicuto (tempat es krim paling top di Wageningen ). Ternyata jalanan menuju cicuto sudah ramai dipenuhi orang. Ada berbagai panggung musik tersebar di area centrum. Tidak hanya panggung musik, banyak juga tukang jajanan  dadakan di sekitar centrum. Patat (kentang goreng Belanda), bir, smoothie, popertjes berjajar di area dekat danau Wageningen.

Kami memutuskan membeli hot dog halal dari penjual turki dan churros (camilan spanyol, rasanya seperti donat). Kami menikmati jajanan sambil melihat kemeriahan wageningen sore itu.

WhatsApp Image 2017-05-05 at 23.24.14

 

Ibu Rumah Tangga

Pagi ini saya berpikir tentang Ibu rumah tangga,

Membayangkan beberapa bulan lagi saya akan selesai sekolah dan kembali ke Indonesia dan menjadi Istri juga seorang ibu (padahal hamil ajah belom :p). Baca artikel di internet tentang mbak kiki barkiah dan Bu septi peni wulandari bikin jadi mikir, Ya Allah, bisa gak ya kayak mereka. Pun jadi terpikir tanggung jawab besar yang akan datang nanti.

Kalo sekarang sih masih mahasiswa, kalo males masak, tinggal makan apa adanya. Pagi makan sereal, siang bawa bekel ke kampus, malem makan buah or makan pake lauk yang udah di stok. Nanti? wwkkk..harus masak terus.

Belum lagi tanggung jawab ngurus keluarga, suami dan anak. MasyaAllah. Kok ngeri-ngeri sedap ya ngebayanginnya.

Makanya waktu itu pas saya lagi stuck banged nganalisis data, terus bilang ke suami kalo dalam situasi kayak gitu saya pengen jadi ibu rumah tangga ajah, gak nganalisis data, gaa ke office, ga ketemu tesis, suami saya ngingetin kalo sebenernya jadi ibu rumah tangga itu tantangannya lebih lebih dari nyelesain tesis. Tanggung jawabnya seumur hidup.

Ada anak yang bakal nempel terus sama ibunya, ada cucian piring, baju, setrikaan yang numpuk, ada anak yang akhlak, iman dan pendidikannya harus ditumbuhkan dan dikelola..ya Allah, banyak yaaaaa

Well, hadapi ajah, jangan takut untuk sesuatu hal yang belum dateng. Mungkin kekhawatiran ini sama kayak anak SMP yang ngebayangin ngerinya masa SMA. pada dasarnya, tiap langkah kaki kita akan membawa kita pada tantangan yang kebih hebat. Ibarat naik gunung, kalo kita mau keatas, ya bakal pegel, tapi pas kita udah sampai, pegel-pegelnya  bakal jadi cerita perjalanan sendiri.

jangan takut! semua adalah keniscayaan yang  bisa kamu hadapi, Ke! selama ada ALlah, semuanya akan baik-baik ajah.

nikmati hal yang kamu jalani sekarang, karena nanti pas kamu jadi ibu-ibu, kamu akan kangen dengan semua drama dan dilema tesis ini! wkwkwk

Random think saat sarapan sambil buka-buka tulisannya mba kiki barkiah

Kamar 3a8 Bornsesteeg, 24 April 2017